Saturday, March 10, 2007

Celana Dalam Imut


ISK Emil yang berkepanjangan membuat gw harus melakukan berbagai upaya untuk menyikapinya. Salah satunya dengan mengurangi pemakaian popok sekali pakai (pospak). Meskipun sebenarnya setelah ada pengasuh, Emil hanya sekali menggunakan pospak yaitu malam hari. Atau kalau sedang pergi jalan-jalan. Berbeda dengan ketika baru lahir. Kalo gw udah kecapekan dengan urusan gonta ganti popok atau celana (maklum,bow…ASI, jadi sering banget pup ;-p), langsung deh gw pakai pospak. Beres! J


 


Saat ini malam hari pun Emil tidur tanpa pospak. Tidurnya musti dialasi plastik (perlak). Sebenernya kalo malam hari anak gw ini relatif jarang pipis. Biasanya dia pipis kalo memang sudah waktunya bangun. Hanya kadang-kadang kalo udara terlalu dingin atau minumnya banyak, dia suka pipis sekali ditengah malam.


 


Nah, karena lebih banyak gak pakai pospak, akhirnya gw beliin dia celana dalam. Meskipun Emil udah dilatih pup pakai potty, tapi namanya anak-anak kan suka diluar kehendak. Kalo pake celana biasa ya jelas kemana-mana pupup-nya J. Pipisnya juga. Kalo cuma pakai celana selembar, pipisnya lebih mudah merembes. Makanya gw beli celana dalam bayi itu.  Waktu pertama kali lihat wujudnya, gw setengah gak percaya. Masa ada sih?? Well…it’s true. Memang ada J. Sampai tetangga gw berkomentar,”Wah..Emil gaya bener, kecil kecil udah pake celada dalem..” hehehehe…Lihat sendiri deh. Imut-imut banget kan?

Thursday, March 8, 2007

Jalan-jalan

Start:     Mar 17, '07 08:00a
End:     Mar 19, '07
Location:     Bandung, Jawa Barat - dan sekitarnya
Asiik...InsyaAllah long week-end pas ada libur Nyepi, kami mau jalan-jalan ke Bandung. Sekalian suami ada kerjaan, rombongan sirkus ngikut ajah daripada bengong dirumah hehehehe...

Monday, March 5, 2007

Baby Emilio




Selama gw cuti melahirkan, handphone Nokia 7250 gw adalah saksi perjalanan kelahiran Emil, dan perkembangannya hingga sekarang. Selamat menikmati yaaa...hehehehe..Cheers!

Sunday, March 4, 2007

Ikut Mammita Ke Surabayaaaa.......




Emil ikutan dinas Mammita ke SUB. Berangkat Kamis pagi tanggal 1 Maret 2007, kembali ke Jakarta hari Jumat malam tanggal 2 Maret 2007. Seperti biasa...ini foto-foto hasil jepretan handphone jadul Mammita hehehehe.....

DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN



 


 


Sekedar berbagi info…Mengingat banyaknya kecelakaan transportasi, khususnya udara, di Indonesia akhir-akhir ini










































































































































AOC


Air Operator Certificate – Ijin yang diberikan kepada operator penerbangan.


AMO


Approved Maintenance Organisation – Ijin yang diberikan kepada perusahaan / badan perawatan pesawat.


ICAO


International Civil Aviation Organisation – Badan organisasi penerbangan sipil dunia yang bermarkas di Canada. Indonesia adalah anggota ICAO.


IATA


International Air Transportation Association – Organisasi angkutan udara international.


ICAO Annex


Peraturan – peraturan penerbangan yang dikeluarkan oleh ICAO yang wajib diimplementasikan oleh anggotanya dengan membuat aturan yang mengacu padanya.


CASR


Civil Aviation Safety Regulation – Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil yang dikeluarkan dengan Keputusan Menteri Perhubungan.


KNKT / NTSC


Komite Nasional Keselamatan Transportasi / National Transport Safety Committee – Badan yang berwenang menyelenggarakan penyelidikan keselamatan transportasi di Indonesia.


NTSB


National Transport Safety Board – Badan seperti KNKT di Amerika


DGCA / Dirjen Hubud


Directorate General of Civil Aviation / Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.


DSKU


Direktorat Sertifikasi dan Kelaikan Udara – Direktorat di bawah Dirjen Perhubungan Udara.


FAA


Badan seperti DSKU di Amerika.


CASO


Company Aviation Safety Officer – Pejabat di operator penerbangan (airlines) yang sudah mendapat pelatihan khusus dan bertanggung jawab mengelola keselamatan di perusahaannya.


ATC


Air Traffic Controller – Pengatur lalu lintas udara


Accident


Kejadian dalam penerbangan yang menyebabkan orang meninggal atau luka parah dan atau pesawat rusak parah.


Fatal Accident


Kejadian dalam penerbangan yang menyebabkan orang meninggal dunia.


Incident


Kejadian dalam penerbangan yang berhubungan dengan keselamatan selain dari pada accident.


Serious Incident


Kejadian dalam penerbangan dimana accident hampir terjadi / mendekati accident.


IIC


Investigator In Charge, penanggung jawab investigasi untuk suatu kasus accident / incident.


Take off


Tinggal landas – Proses pesawat dari diam di landasan sampai dengan terbang setinggi 35 feet di atas landasan.


Rejected Take Off / Aborted take off


Pembatalan take off karena suatu sebab yang mana atas pertimbangan pilot penerbangan tidak aman untuk dilanjutkan.


Approach


Proses mendekati runway untuk pendaratan.


Landing


Proses pesawat berada 50 feet di atas landasan sampai dengan berhenti.


Rejected Landing / Go around


Pembatalan landing karena suatu sebab dan pesawat kembali mengudara.


Emergency landing


Pendaratan darurat karena kerusakan pesawat.


Ditching


Pendaratan darurat di air.


Belly landing


Pendaratan tanpa menggunakan roda pendaratan.


Runway


Landasan – Area persegi panjang yang diperuntukkan untuk pesawat take off dan landing.


Taxi way


Area / jalan yang dipakai untuk pesawat bergerak selama di darat.


Stop Way


Area persegi yang merupakan perpanjangan landasan yang diperuntukan dalam kondisi darurat (pembatalan take off atau pendaratan).


RESA


Runway End Safety Area – Area di perpanjangan landasan yang harus bebas dari benda atau bangunan yang membahayakan keselamtan penerbangan.


Apron


Area tempat parkir pesawat.


Overrun


Kejadian pesawat keluar landasan melewati / melebihi stopway.


Alternate Airport


Bandara alternative jika pendaratan di bandara tujuan tidak bisa dilaksanakan.


Divert / diversion


Pengalihan pendaratan menuju alternate airport.


RTA


Return To Apron – Pesawat kembali ke apron karena suatu hal dan menunda keberangkatan.


RTB


Return To Base – Pesawat yang telah terbang kembali ke bandara keberangkatan karena suatu hal.


PF


Pilot Flying – Pilot yang dalam suatu penerbangan bertindak untuk mengendalikan pesawat.


PNF


Pilot Non Flying – Pilot yang dalam suatu penerbangan membantu tugas PF antara lain melakukan komunikasi dengan ATC. Dalam 1 hari PF dan PNF dapat saling bergantian.


PIC


Pilot In Command – Penanggung jawab / pimpinan suatu misi penerbangan. Harus seorang captain pilot.


MEL


Minimum Equipment List – daftar minimum kelengkapan pesawat yang dijinkan untuk melaksanakan penerbangan. Hal ini diperlukan jika ada komponen / instrument yang rusak.


Grounded


Pesawat yang dinyatakan tidak layak untuk terbang, atau ijin terbangnya di cabut untuk sementara atau permanent.


RAMP Check


Pemeriksaan yang dilakukan di bandara baik terhadap pesawat, awak pesawat dan faktor pendukung lainnya.


Audit


Pemeriksaan yang dilakukan terhadap kelengkapan dokumen / manual dan kesesuaiannya dengan aturan yang ada.


Inspeksi


Pemeriksaan yang dilakukan implementasi dilapangan terhadap aturan yang berlaku di perusahaan.

Emil : I'm Leaving on A Jet Plane...



Akhirnya gw harus pergi juga untuk handle acara flight safety workshop di Surabaya. Dari Januari gw sudah disuruh menyiapkan, tapi karena banyak hal maka statusnya pending melulu. Gw sempat berpikir mungkin lebih baik batal saja. Tapi gak tahunya tiba-tiba disuruh mengubah status menjadi "on" lagi. Yaah…seperti kata laki gw, namanya juga lebah pekerja. Bekerja saja tanpa banyak cengkonek..iya kan? Hehehehe.. Masalah yang kemudian timbul adalah gw masih menyusui Emil. Kalo gw tinggal, pasti jadi putus deh program menyusui gw. Ya sutra lah hay..gw bawa Emil berikut pengasuhnya, si Ani. Jadi judulnya dinas kali ini adalah nombok! 


Masalah lain adalah barang-barang yang harus dibawa. Beberapa barang statusnya wajib dibawa meskipun menuh-menuhin tempat. Contohnya ya alat untuk menyeteril botol. Belum pompa ASI-nya. Belum peralatan makannya. Untung saja Emil gak ada masalah dengan makanan instan. Jadi lumayan bisa mengurangi beratnya bawaan. Kebayang toh kalo harus bawa panci dan kompor? Hehehehe… . Alhamdulillah akhirnya semua bisa dibawa. Meskipun pas masuk pesawat lumayan ribet karena 2 tas yang masuk bagasi kabin lumayan berat. 1 tas Emil, 1 tas ransel Ani, ditambah 1 kontainer plastik berisi peralatan makan Emil. Sementara 1 koper kecil gw dimasukin ke bagasi.



Pengalaman gw bawa bayi naik pesawat sebelumnya adalah sewaktu bawa pulang ponakan gw, Rere, ke Solo via Jogja (anak ke-2 dari abang gw yang no.2). Waktu itu si Rere ini masih belum genap 3 bulan. Dan gw hanya sendirian. Ribet banget, bow…Sampai-sampai ada penumpang disebelah gw yang nanya,"Bukan anaknya ya, Mbak?
Dan dengan culunnya gw jawab,"Iyaa…".
Dibalas lagi," Iya, kelihatan kok…"..J ..
Memang ibu palsu sama ibu kandung pasti nampak jelas bedanya hihihihi…..Nah, pengalaman ini sebenernya cukup menghantui gw kemaren. Yang bikin rada tenang adalah karena ada Ani. Tapi pas gw tanya ke Ani apakah dia pernah naik pesawat sebelumnya? Dia jawab,"Belum,bu..Ini yang pertama." Walaah…mati deh gw…Yaah..gw hanya bisa berdoa saja semoga semua baik-baik sampai gw mendarat di Surabaya.



Tiba waktu berangkat, pagi-pagi kita udah berangkat ke Cengkareng. Ian terpaksa ditinggal didepan rumah nunggu jemputan sekolah. Jadwal penerbangannya sih jam 08.10 WIB. Tapi karena bukan hari libur dan Jagorawi atau Cibubur suka banget tiba-tiba macet (padahal kadang-kadang cuman gara-gara truk mogok macetnya bisa berkilo-kilo meter), terpaksalah kita berangkat pagi banget. Rencananya Ian menginap dirumah Giri selama gw pergi. Maklum, suami gw kan pergi pagi pulang malam sekali (Jadi…makasih ya, Mbak Tina..J ). Sampai di CGK masih nunggu agak lamaan. Emil sempet makan pagi dulu. Selesai makan dan main-main sebentar trus dipanggil untuk boarding. Oh iya..kita naik other airlines - Sriwijaya Air/SJ 254- , maklum,bow…airlines sendiri lagi no-op untuk rute CGK-SUB vv J .



Pas proses boarding dan masuk pesawat, Emil lagi tidur. Tapi karena suasana orang lalu lalang berikut suara announcement ini itu, akhirnya dia terbangun. Walhasil selama perjalanan gw ama Ani lumayan kewalahan. Maunya kesana kemari, pegang ini itu, teriak-teriak…phewww…Capek beneran deh.. . Emil pun sempat berinteraksi dengan penumpang dibelakang gw. Ada beberapa anak muda (cowok-cowok), kayaknya sih anak band karena mereka bawa gitar dan segala macem ke kabin. Salah satunya sangat suka maen-maen sama Emil. Sempet juga si Emil "melompat" kebelakang. Dan begitu diterima sama anak muda itu, langsung disambut teriakan heboh teman-temannya."Bapak baru," ada yang nyeletuk. Hehehehe…dasar anak-anak muda. Si anak muda yang gendong Emil ini sampai kita turun dan nunggu bagasi sempet nanya ke Ani,"Bapaknya bule ya?". Iya, bule tapi njuamesssssssss….wakakakakaka……



Sewaktu pulangnya, gw naek Batavia Air/7P-342. Serombongan sama bos gw. Gak terlalu asik pelayanannya. Jadi perjalanannya juga gak menarik. Kebetulan begitu siap-siap mau take off, Emil sudah pulas di pangkuan gw. Mungkin karena sudah diatas jam 6 sore yang notabene memang waktunya dia untuk bobok.



Lega rasanya ketika sudah landing kembali di CGK. Suami gw kelihatan banget merindukan kami berdua hehehe..Ketika gw bercerita bagaimana nervous-nya terbang bawa bayi (eh, sebenernya terbang sendiri juga nervous,bow..apalagi dengan banyak kasus kecelakaan belakangan ini), laki gw menjawab,"Kamu pikir yang dibawah gak lebih deg-degan???"



Kirain..hehehehe...