Showing posts with label jatuh. Show all posts
Showing posts with label jatuh. Show all posts

Sunday, July 29, 2007

Jatuh Lagi

Hari Kamis yang lalu (26/7/07), gw sampai rumah dengan suka cita. Bukan karena gajian (tgl 26,boo..) tapi karena si Emil udah mulai mau jalan. Horeee...!!  Selama ini kalo jalan masih suka dikerjain pengasuhnya. Curi-curi kesempatan lah. Soalnya kalo Emil sadar dia gak ada yang megangin yaa mulai merangkak lagi. Biarpun di jalan beraspal juga, dia gak peduli. Cuman merangkaknya model kepiting gitu. Pake telapak kaki & telapak tangan (gak pake dengkul) hehehehe... Nah kemarin itu dia sudah bisa jalan lumayan panjang. Sudah bisa mengendalikan langkah kakinya. Kalo mau jatoh ya udah bisa memperkirakan sendiri. Jadi gak langsung ”brukk!”. Ibaratnya pesawat, udah bisa landing dengan smooth lah hehehe. Singkat kata, koordinasi otaknya udah ada untuk berjalan.

 

Kabar gembira yang segera gw sampai-in ke suami gw itu ternyata berlanjut dengan kepanikan. Selepas maghrib, gw makan malam sendiri. Maklum, boo..masih pengen kurus. Jadi kalo makan malam gak boleh terlalu malam hehehe... Sedangkan si Ani pengasuh Emil menyiram tanaman di halaman depan. Emil sendiri duduk di stroller-nya. Menurut Ani sih, dia sudah kunci roda depannya. Tapi ditengah-tengah gw menyantap makanan, tiba-tiba terdengar suara tangis Emil yang luar biasa kencang. Wah..insting gw menyebutkan, pasti ada yang salah neh.... Langsung gw pergi kedepan dan benar adanya stroller Emil jatuh ke lantai yang dibawah teras rumah. Gak tinggi sih, tapi lumayan juga. Posisi jatuh Emil yang gw gak tahu seperti apa. Waktu gw ambil si Ani sudah menegakkan kembali posisi stroller.

 

Segera gw ambil Emil yang masih terikat di stroller. Gw gendong masuk kedalam rumah. Dan ketika berada dibawah cahaya lampu...masyaAllah! Mulutnya sudah penuh dengan darah. Gw seketika langsung panik. Tapi akal sehat gw mengatakan,”Jangan panik! Gak ada siapa-siapa neh...Lo harus kuat! Jangan panik!”.

 

Tiba-tiba si Ian datang menghampiri. Maksudnya mungkin mau ikut menenangkan. Tapi yang tidak dia duga adalah kondisi adiknya yang mengeluarkan darah. ”Emil kenapa???????” Huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.....” dan pecahlah tangisnya. Lebih kenceng dibanding adiknya. Hadduuuuuuhhh...kebayang gak sih lo?? Menghadapi 2 tangisan begitu? Mana gw masih sibuk menenangkan pikiran supaya jangan panik. Don’t know what to do..

 

Si Ani kelihatan sekali merasa bersalah ketika melihat kondisi Emil. Gw sempet telpon tetangga gw, Mbak Elly, untuk menanyakan penanganan seperti apa yang musti gw lakukan. Setelah Emil dibersihkan & digantiin baju tidur, gw sempat melihat ada sesuatu di langit-langit mulutnya. Langsung deh gw memutuskan,”Gw harus ke rumah sakit!”. Segera telpon Mbak Elly untuk minta tolong diantarkan ke RSIA Permata Cibubur.

 

Sebenarnya sewaktu masuk mobil Mbak Elly, Emil udah tenang. Udah mulai ngoceh-ngoceh lagi. Tapi gw merasa harus memastikan kondisinya. Daripada daripada toh? Pas masuk UGD dan diperiksa memang sempat meraung-raung lagi. Mungkin karena masih kesakitan kalo dipegang. Hasil observasi dokter jaga, rupanya ada gusi (yang didekat langit-langit mulut) yang robek/luka. Makanya keluar banyak darah. Mungkin terantuk giginya. Sementara di dagunya ada sedikit luka gores. Agak bengkak sih. Tapi kata dokter dikasih obat merah juga udah cukup. Untuk gusi-nya, sebenarnya sih gak papa. Toh misalnya kita cabut gigi, didiemin juga sembuh sendiri. Cuman dokternya khawatir akan timbulnya infeksi. Jadi Emil diberi antibiotik. Diperiksa kepala, juga gak ada benjol-benjol. Mungkin karena kanan kiri stroller-nya ada penahan jadi aman deh kepalanya.

 

Sepanjang perjalanan pulang, Emil udah terkantuk-kantuk. Menjelang sampai rumah dia tertidur pulas. Phewww........rasanya gw masih belom menapakkan kaki. Apa yang gw alami seperti antara sadar dan tiada. Gak percaya tapi memang benar-benar terjadi. Semua tentang anak, memang tidak mudah dihadapi. Khususnya yang menyangkut kesehatan dan keselamatan. Ini belom lagi ditambah omelan suami. Padahal gw juga udah berusaha menyelesaikan semuanya dengan baik dan tenang. Kalo dipermasalahkan kenapa bisa jatoh...wwaahh...panjang suranjang perdebatannya.  But as a mother, I did what I had to do.

Sunday, February 25, 2007

Jatuh Lagii....


Akhirnya terjadi juga dengan sebenar-benarnya. Kalau beberapa waktu yang lalu Emil jatuh atau melorot dari stroller, maka yang terjadi dini hari tadi adalah benar adanya jatuh dari tempat tidur, Saudara saudara….



Antara ada dan tiada, bermimpi, mengantuk dan bingung,….gw terbangun terduduk ketika merasakan ada yang lewat disamping kepala gw. Ternyata pas gw lihat kebawah, anak gw udah tergeletak dibawah alat yang berfungsi untuk sit up (entah apa namanya..). Refleks gw berteriak kencang memanggil suami gw," Papiiiiiiiiiiiiiii……!!!!!!". Serta merta suami gw terbangun dan buru-buru mengambil anak gw yang menangis. Segera gw ambil alih dan gw tenangkan. Disusuin masih belum mau karena nampak masih syok. Meskipun sebentar kemudian dia sudah mau menyusu dan bobok lagi. Aaaah…….Alhamdulillah…



Menurut suami gw, Emil menangis karena kaget dengar teriakan gw. Menurut gw, dia udah menangis ketika gw teriak.



Menurut suami gw, Emil terjatuh tengkurap.
Menurut gw, dia jatuh dengan posisi telentang dan menangis.



 Bingung? Sama!! Namanya juga masih mengantuk dan panik hehehehehe…Seharian ini gw cek, nampaknya Emil baik-baik saja. Tidak ada luka atau trauma pasca kejadian itu. Semoga yaa…..



Pastinya, hari ini suami gw berencana untuk membongkar tempat tidur dan meletakkan kasur dibawah saja. Supaya kalau terjadi lagi, anak gw gak sakit-sakit amat jatuhnya..hehehehe…

Sunday, February 18, 2007

Jatuh dari Stroller


Minggu yang lalu, gw sempet lihat catatan perkembangan bayinya si Cinta dan menemukan catatan Leysha yang jatuh dari tempat tidur. Sempet terlintas dipikiran gw "Alhamdulillah Emil enggak jatuh dari tempat tidur sampai seusia sekarang...". Soalnya sang kakak, si Ian, pernah jatuh dari tempat tidur pas umur 3-4 bulan. Padahal udah dijagain kanan kiri, tapi ternyata lolos juga..dan menyisakan kepanikan buat gw hehehe.. Itu pun masih ditambah omelan dari almarhumah Mamah panjang pendek . Kebayang kan kalo para nenek lebih menguasai cucu-cucu dibanding mak-nya sendiri?



Hari Minggu kemarin (pas Tahun Baru Cina/Imlek), gw dan suami sudah sibuk dari pagi. Maklum ditinggal pembantu berhenti kerja dan pengasuhnya Emil ambil jatah cuti. Bangun pagi mompa ASI dulu, baru turun kebawah siap-siap berberes. Emil sudah ikutan bangun, sementara Ian masih melingkar dikasurnya. Gw langsung ambil kerjaan di dapur, merapikan sana sini, termasuk mencuci piring gelas kotor . Suami gw yang gendong Emil turun dari lantai 2 langsung bawa dia ke stroller-nya. Trus dia tinggal kebelakang untuk menyelesaikan cucian dan jemuran.



Sewaktu gw mau masukin panci ke kabinet dibawah kompor, tiba-tiba gw denger suara kresek-kresek. Spontan menoleh mencari asal suara dan,…Emil sudah tengkurap dibawah stroller !!  Sambil berusaha meraih perlak (plastik alas ompol) yang ada di stroller-nya (ini yang bikin suara kresek-kresek). Refleks gw berteriak, " Anakku jatuh!!…".



Langsung deh suami tergopoh-gopoh lari mengambil anak gw. And you know what? Dia malah tersenyum lebar….Pheww…. Alhamdulillah dia gak kenapa-kenapa. Meskipun gw tetep gak bisa merekonstruksi ulang bagaimana dia bisa jatuh hehehe…Mungkin melorot, kayak maen perosotan. Karena enggak nangis, berarti tidak ada benturan yang membuat dia kesakitan. Lagian kalo ada benturan pasti gw denger suara "Duk!" atau apa gitu.



Tapi yang jelas papinya merasa bersalah, karena waktu meninggalkan Emil di stroller tanpa mengikatkan seat belt-nya sama sekali. Bete gak sih?? Ini yang bikin gw makin yakin bahwa menyerahkan 100% anak kita kepada para suami adalah tidak mungkin. Betul?